Di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus,hingga kini ada tradisi
Nganten Mubeng di Masjid Wali. Tradisi ini mewajibkan para pengantin
baru melewati pintu Barat dan Timur masjid yang berupa gapura klasik
batu bata merah bercorak Hindu sebagai prosesi ijab qobul. Pada masa
itu, karena banyaknya yang menikah, untuk mempersingkat waktu maka Tjie
Wie Gwan berpetuah pada para pengantin yang telah sah, mengelilingi
gapura lalu akan di doakan dari depan Masjid dan disaksikan oleh warga
setempat. Tradisi Nganten Mubeng tersebut merupakan upaya mengingatkan
dan mendekatkan cikal bakal keluarga baru agar selalu dekat dengan
Allah. Tradisi yang menjadi ciri khas umat Islam yang tinggal di sekitar
Masjid Wali, tidak terlepas dari sejarah Masjid Wali atau At-Taqwa.
Masjid yang terletak sekitar dua kilometer dari Jalan Raya
Kudus-Semarang, didirikan pada 1596-1597 pada masa peralihan
Hindu-Buddha ke Islam. Masjid ini dibangun Tjie Wie Gwan, seorang
pengembara Muslim dari Campa, China, yang mendarat di Jepara semasa
pemerintahan Ratu Kalinyamat.
Waktu itu, Jepara masih di bawah Kerajaan Demak. Seiring berjalannya
waktu, Wie Gwan yang menjadi orang kepercayaan Sultan Hadirin (suami
Ratu Kalinyamat), dipercaya menyebarkan agama Islam di Kudus. Bersama
Sultan Hadirin yang juga menantu Sunan Kudus, Wie Gwan membuat masjid
dengan gapura menyerupai pura di Bali. Bangunan masjid yang terbuat dari
kayu jati, dilengkapi menara, sumur tempat wudlu, dan beduk. Berkat
jasanya tersebut, Ratu Kalinyamat menganugerahi Wie Gwan nama baru,
Sungging Badar Duwung.
Wahyu Dewi Aprellia
Jumat, 13 Desember 2013
Jumat, 22 November 2013
BIDANKU
BIDANKU
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, saya sendiri yang
bernama Wahyu Dewi Aprellia, Mahasiswi AKADEMI KABUPATEN PEMERINTAH KUDUS.
Pada hari yang lalu saya
melakukan wawancara dengan seorang bidan yang ada di desa saya. Sebelum bicara
terlalu jauh, saya ingin menceritakan letak AKADEMI KEBIDANAN PEMERINTAH
KABUPATEN KUDUS menuju kerumah saya yang berada di jalan noyoragan RT 1/1 No.33
Kec. Jati Kab. Kudus dan setelah itu menuju kerumah bidan saya. Dari kampus
menuju rumah saya bisa menempuh dengan jangka waktu 5 menit dengan rute jalan
kampus belok ketimur sesampai di DPR kemudian lurus ke timur ada pertigaan
belok ke utara kemudian ada belokan yang ada patungnya tangan belok ke kanan
lurus sampai ada perempatan lurus lagi mengikuti jalan lalu ada perempatan lagi
belok kiri lurus nanti ada sawah kemudian ada pertigaan belok kanan lurus saja
setelah kitu nanti ada rumah pertama yang menghadap ke selatanitu rumah saya.
Sebelum
menceritakan wawancara saya kepada seorang bidan yang berada di Loram wetan. Saya
ingin memberitahukan jumlah seorang bidan,dokter serta jenjang pendidikan mulai
dari SD/MI,SMP,SMA :
1.
Seorang bidan berjumlah 3 orang
2.
Seorang dokter berjumlah 4 orang
3.
Jenjang pendidikan berjumlah 1 SD , 1 MI , 1 SMA
Selanjutnya saya ingin membahas
tentang pelayanan bidan ke masyarakat
yang berada di desa Loram wetan. Bidan desa saya yaitu brada di jalan
kepoh. Berikut adalah alur dari rumah saya menuju kerumah bidan Loram wetan, di
mulai ari rumah saya kebarat kemudian ada pertigaan belok keselatan lalu lurus
sampai menemukan perempatan sebanyak dua kali , kemudian terdapat pertigaan
lalu lurus ada pertigaan lagi belok ketimur kemudian sampai dirumah bu bidan
Istiqomah. Sesampainya dirumah beliau, saya berfoto-foto sambil bertanya
tentang jumlah posyandu, Berapa kali pelayanan setiap bulannya dan tanggal
berapa di setiap posyandu tersebut, gejala apa yang sering ditangani pada
balita, kemudian laporan apa saja yang dilaporkan ke puskesmas.
Berikut jawabannya tentang
pertanyaan yang saya kepada beliau. Didalam posyandu pelayanan diberikan setiap
bulan sekali. Jumlah posyandu yang berada di Loram wetan berjumlah 7 posyandu
yaitu posyandu srikandi 1 yang diketuai dengan ibu Enik sumiyati didalam
posyandu 1 ini pelayanan yang diberikan setiap tanggan 5, yang ke dua srikandi
2 yang diketuai oleh ibu Masfuah didalam posyandu ini pelayanan diberikan
setiap hari jum’at pertama awal bulan di pagi hari, yang ke 3 yaitu diketuai
oleh ibu Murdiyati pelayanan yang di berikan di posyandu srikandi 3 ini
diberikan setiap tanggal 12, lalu posyandu yang ke 4 posyandu srikandi 4 diketuai
oleh ibu Eni kristiyo pelayanan dalam posyandu ini diberikan setiap tanggal 17,
posyandu yang ke 5 posyandu srikandi 5 diketuai oleh Tatik wijayanti pelanan
tersebut di berikan setiap tanggal 15, yang ke 6 posyandu srikandi 6 yang
diketuai oleh ibu Sunami pelayanan di dalam posyandu ini diberikan setiap
tanggal 10, kemudian yang terakhir posyandu srikandi 7 yang diketuai oleh
Srimurti pelayanan di dalam pelayanan posyandu ini diberikan setiap jum’at
minggu pertama pada sore hari.
Gejala yang sering dialami bidan
loram wetan melayani posyandu , yang sering di laporkan ke puskesmas yaitu
salah satunya imunisasi yang sulit, setiap bulannya ibu bidan juga sering
melaporkan tentang ibu hamil, ibu melahirkan , serta ibu persalinan atau nifas.
Progam yang sedang di jalani bidan desa Loram wetan yaitu mengaktifkan kembali
posyandu karena sebelumnyan posyandu belum berjalan dengan sangat aktif.
Hanya itu yang dapat saya
sampaikan. Semoga bermanfaat. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)



